Kematian Hati
5 April, 2009
![]()
Tulisan asal: Almarhum KH Rahmat Abdullah (Alih Bahasa daripada Bahasa Indonesia)
Idea : Halaqah Online
.
Banyak orang tertawa tanpa menyedari sang maut sedang mengintainya.
Banyak orang yang bersegera datang ke saf solat – kononnya orang yang amat merindukan kekasih. Sayang, ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi.
Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan Tuhannya. Ada yang datang sekadar memenuhi tugas rutin mesin agama.
Dingin, kering dan hampa, tanpa penghayatan.
Hilang tak dicari, ada tak disyukuri.
Dari jahil engkau disuruh berilmu dan bukan sekadar untuk berhenti hanya pada ilmu. Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang ALLAH berikan. Tanpa itu alangkah besar kemurkaan ALLAH atasmu.
Tersanjungkah (terasa banggakah) engkau yang hebat berbicara tentang keheningan senyap disaat rintih istighfar, kecupak air wudhu’ pada dinginnya malam, lapar perut karena puasa atau kedalaman munajatmu dalam rakaat-rakaat panjang?
Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tidak ada apa-apa?
Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan orang-orang berhati jernih bersangka baik, bahawa engkau adalah seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri.
As-Shiddiq Abu Bakar r.a saja selalu gementar saat dipuji orang!
“Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidaktahuan mereka”, ucapnya lirih.
Ada orang bekerja keras dengan mengorbankan begitu banyak harta dan dana, lalu ia melupakan semua itu dan tak pernah mengenangnya lagi.
Ada orang beramal besar dan selalu mengingat-ingatnya, bahkan ada yang menyebut-nyebutnya.
Ada orang beramal sedikit dan mengclaim amalnya sangat banyak.
Juga ada orang yang sama sekali tak pernah beramal, lalu merasa banyak amal! Malah menyalahkan orang yang beramal, karena kekurangan atau ketidaksesuaian amal mereka dengan lamunan peribadinya, atau tidak mau kalah dan tertinggal di belakang para pejuang.
Mereka telah menukar kerja dengan kata..!
Dimana kau letakkan dirimu?

Sewaktu kecil, engkau begitu takut gelap, suara dan segala yang asing.
Begitu kerap engkau bergetar dan takut.
Sesudah pengalaman dan ilmu makin bertambah, engkaupun berani tampil waima di hadapan sultan tanpa rasa gentar.
Semua sudah jadi biasa, tanpa rasa.
Telah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu sehingga getarannya tak terasa lagi saat maksiat menggodamu dan engkau meni’matinya?
Malam-malam berharga berlalu tanpa satu rakaatpun kau kerjakan.
Usia berkurang banyak tanpa tangga kedewasaan rohani meninggi.
Rasa malu kepada ALLAH, dimanakah kau kubur ia ?
Di luar sana rasa malu tak punya harga. Mereka jual diri secara terbuka lewat layar kaca, sampul majalah atau bahkan melalui penawaran langsung.
Ini potret negerimu : 228 000 remaja adalah penagih. Daripada 1,500 responden pelajar sekolah menengah, 25 % mengaku telah berzina dan hampir separuhnya setuju remaja berhubungan seks di luar nikah asal jangan dengan perkosaan tanpa rela!
Mungkin engkau mulai berfikir “Biasalah..” bila bermain mata dengan aktivis wanita (sama ada engkau lelaki atau sebaliknya), di celah-celah rapat atau berdialog dalam jarak sangat dekat?. Atau bergayut dengan menambah waktu yang tak kauperlukan, sekadar melepas kejenuhan dengan canda gurau jarak jauh
Betapa biasanya ‘dosa kecil‘ itu dalam hatimu.
Kemana getarannya yang gelisah dan terluka ketika dulu, saat “TV Thaghut” menyiarkan segala “kesombongan jahiliyah dan maksiat”?
Saat engkau muntah melihat laki-laki (pondan) berpakaian perempuan, karena kau sangat mendukung ustadzmu yang mengatakan jika ”ALLAH melaknat laki-laki berbusana perempuan dan perempuan berpakaian laki-laki,” apa tertawa riang menonton acting mereka tidak dilaknat ?
Ataukah taqwa berlaku saat berkumpul bersama, lalu yang berteriak paling lantang “Ini tidak islami” berarti engkau yang paling islami? Sesudah itu urusan tinggallah antara engkau dengan dirimu, tidakkah ALLAH ada disana?

Sekarang engkau telah jadi kader hebat.
Tidak lagi malu-malu tampil.
Justeru engkau akan dihadang tentangan: sangat malu untuk menahan tanganmu dari berjabatan tangan lembut lawan jenismu yang muda dan segar.
Hati yang berbunga-bunga didepan ribuan massa.
Semua gerak harus ditakar (control) dan maka jadilah pertimbanganmu tergadai pada kesukaan atau kebencian orang, walaupun harus mengorbankan nilai terbaik yang kau miliki.
Lupakah engkau, jika tembakanmu ke sasaran meleset 1 milimeter, maka pada permulaan sejauh 300 meter ia belum tersasar walau 1 milimeter lagi ?
Begitu jauhnya inhiraf (penyimpangan) di kalangan awam, sedikit sebanyak karena para elitenya telah salah melangkah terlebih dahulu.
Siapa yang mau menghormati ummat yang “kiay”nya menitip ratusan ribu kepada seorang perempuan yang beberapa minit sebelumnya ia setubuhinya di sebuah kamar hotel berbintang, lalu dengan mudahnya mengatakan “Itu maharku, ALLAH waliku dan malaikat itu saksiku” dan sesudah itu segalanya selesai, berlalu tanpa rasa bersalah?
Siapa yang akan memandang ummat yang da’inya ber-pose lekat dengan seorang perempuan muda artis penyanyi lalu mengatakan “Ini anakku, karana kedudukan guru dalam Islam adalah ayah, bahkan lebih dekat daripada ayah kandung dan ayah mertua”
Akankah engkau juga menambah barisan kebingungan ummat lalu mendaftar diri sebagai ‘alimullisan (alim di lidah)?
Apa kau fikir sesudah semua kedangkalan ini, kau masih aman dari kemungkinan jatuh ke lembah yang sama?
Apa bezanya seorang remaja yang menzinai teman sekolahnya dengan seorang alim yang merayu rakan perempuan dalam pergerakan da’wahnya?
Akankah kau impikan penghormatan masyarakat awam karena statusmu, lalu kau serang maksiat mereka yang semakin tersudut oleh retorikamu yang menyihir ?
Bila demikian itu,… koruptor semacam apa engkau ini?
Pernahkah kau lihat sepasang ibu dan bapa dengan anak remaja mereka.
Perhatilah langkah mereka di pasaraya sana. Betapa besar sumbangan mereka kepada modernisasi dengan banyaknya membeli produk junk food, semata-mata karena nuansa “westernnya”.
Engkau akan menjadi faqih pendebat yang hebat saat engkau teguk minuman halal itu, dengan perasaan “lihatlah, betapa Amerikanya aku”.
Memang, soalnya bukan Amerika atau bukan Amerika, melainkan apakah engkau punya harga diri.
Mahatma Ghandi memimpin perjuangan dengan memakai pakaian tenunan bangsa sendiri atau terompah tempatan yang tak berjenama. Namun setiap ia menoleh ke kanan, maka 300 juta rakyat India menoleh ke kanan. Bila ia tidur di rel kereta api, maka 300 juta rakyat India akan ikut tidur disana.
Kini, datang “pemimpin” ummat, ingin mengangkat harga diri dan penghormatan ummat dengan pamerkan kereta dan rumah mewah, “kedai emas berjalan”, juga segudang aksesori.
Saat fatwa dihebahkan, telinga ummat telah tuli oleh dentuman berita tentang hiruk pikuk pesta dunia yang engkau ikut mabuk disana.
“Engkau adalah penyanyi bayaranku yang kukumpulkan dengan susah payah. Bila aku bosan, aku bisa memanggil penyanyi lain yang kicau merdunya lebih memenuhi seleraku”
.
Southampton atau Cardiff?
31 Mac, 2009
![]()
Sebelum ini ingatkan dah bulat nak ke Cardiff.
Hari ini ragu-ragu semula.
Dua-dua AAB. (waa tinggi !)
{kini dalam mode siri mencabar diri}
Jurusan matematik, tapi sungguh gembira andai dapat belajar banyak benda lain selain nombor dan formula di sana nanti.
…
Yang mana ya?
Allah jua sebaik-baik perancang!
.
Sanah Helwah
16 Mac, 2009
![]()
“Awak dah tua,”
“Semoga cepat matured,” saya tak paham korang nak saya matured camne lagi.ahaha
Pelbagai spesies ucapan yang saya terima pada 16 Mac saban tahun.
Terima kasih pada semua. Amat saya hargai.
Tak kurang juga yang sengaja ingin mencuit ’sakit hati’ pada minit-minit terakhir menjelang 17 Mac,
“Waiting for the whole day, but no one ever wish you?..Happy Birthday!” ceh, sorila. suda ramai ye, brader!
Tak kiralah..thanx juga!
Terima kasih atas doa semua.
Terima kasih pada hadiah-hadiah lain juga.

Baik.
Kisah-kisah hari lahir dibawa ke tepi dahulu. Bukan ini yang ingin dicoretkan.
Maaf bangat
Saya mungkin tidak seperti kalian. Maaf teramat, andai kalian setia memberi ucapan, saya pula sebaliknya.
Bukanlah saya anti-birthday celebration, tapi banyak cerita di sebaliknya.
Terutama, mungkin kerana saya ada masalah ingatan!
Aduh, segan untuk dinyatakan, tapi sejujurnya setakat ini saya hanya mengingati tarikh lahir lima orang terutama dalam keluarga saya, dan juga beberapa nama lain yang mungkin ada mencatat sejarah bersama saya. Yang lain..ampun maaf, saya angkat tangan awal-awal!
SUNNAH MANUSIA SUKA MENERIMA
Akui, memang kita bisa tersengih 14 inci atau terbang ke langit biru tatkala disaji manisan ucapan. Apa lagi bila beserta hadiah kegemaran, seperti kera mendapat bunga sampai tak keruan.
Itu sunnah manusia, suka menerima.
Sudah 20 tahun saya ’menerima’ pinjaman Allah di dunia ini. Jasad ini, dunia ini, semuanya.
Menerima pinjaman.
.
Bayangkan anda membuat pinjaman dengan pihak bank.
Katakan anda meminjam satu juta, jika anda berjaya memulangkan wang tersebut dengan baik, pihak bank akan memberi ganjaran pula atas ‘jasa’ anda menggunakan wang tersebut.
Aih, kita yang meminjam, kita pula yang untung?
Malah mungkin bukan ganjaran setakat dua tiga kali ganda.
Tapi dengan satu amaun yang tak tersebut banyaknya..
Belum lagi layanan-layanan dan habuan lain.
..
Hebat, mana nak dapat pinjaman sebegini?
Sekarang, makin banyak kita meminjam, makin banyak bunga ada la!
مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللّهَ قَرْضاً حَسَناً فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافاً كَثِيرَةً
“Siapakah yang mahu memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak.” [2.245]
Hanya Dia yang menjanjikan pulangan lumayan ini.
Tak malu-malu lagi ‘menyusahkan’ Sang Peminjam?
SUNNAH MEMBERI?
Sultan Muhammad Al-Fateh menawan Constatinopole seawal usia 21 tahun. Beliaulah Imam yang ditunggu-tunggu selama 800 tahun oleh semua mutaqin, untuk merealisasikan hadis Nabi saw:
“..Constantinople akan jatuh ke tangan tentera Islam. Rajanya adalah sebaik-baik raja, tenteranya adalah sebaik-baik tentera……”
(Hadis riwayat Imam Ahmad)

Saya, kini, sudah 20 tahun. Setahun saja bezanya dengan Al-Fateh itu.
Tapi, entah bakti apa yang sudah saya taburkan.
Jangankan untuk memberi sumbangan yang besar, menjaga ’pinjaman’ Dia pun cuai selalu!
TARIKH MEMPERINGATI JASA
Semasa kecil terkadang teringin sangat mahu berparti besar-besaran menyambut hari jadi. Besar sungguh pengaruh cerita-cerita TV, saya dambakan sambutan hari lahir seperti seorang puteri.
Angan budak kecil.
.
Keluarga saya jarang-jarang membuat sambutan. Kami biasa-biasa saja pada hari tersebut. Saya syukuri hikmah tradisi itu, kini.
Maulud Nabi disambut sebagai memperingati tarikh kelahiran Baginda saw. Pada hari itulah paling banyak kempen beserta ceramah (dan yang sewaktu dengannya) tentang Junjungan diadakan di seluruh dunia, mudah-mudahan kita menghayati perjuangan Baginda saw.
Itupun, sesetengah pendapat mendakwa sambutan tersebut sebagai bid’ah.
Justeru sambutan maulid ini membuat saya terfikir akan tujuan saya yang ’inginkan’ ulang tahun disambut.
.
Malu sendiri, saya bukanlah apa-apa pada dunia ini dan pada orang lain. Kekadang terdetik, apakah layak menerima apa-apa kalimah “Happy Birthday” pada hari tersebut.
Ia bukanlah hari yang wajar digembirakan buat saya.
Kalau “Sad Birthday” mungkin sesuai kerana seharusnya saya bersedih dengan usia yang meningkat, dan amal yang tak lebat, cuma dosa berlipat.

Maji, saya curi pic ni ye
Sekali lagi, bukan saya bermaksud tidak gemar ucapan-ucapan atau sambutan-sambutan hari lahir.
Tidak dinafikan, sambutan birthday membantu merapatkan ukhuwwah.
Saling bertukar hadiah, itu sunnah yang dituntut juga. Saya sangat setuju yang itu.
Cuma bagi saya yang ‘bermasalah ingatan’ ini dan juga kisah-kisah di atas, harap kome pahamla nape saya macam kurang excited bab-bab celebration ini, sama ada birthday sendiri mahupun orang lain.
Maaf..maaf ya!
Kalau saya tahu hari itu adalah hari lahir anda, saya memang akan cuba wish. Kalau tak wish tu tanda tak tau atau lupa la tu..~~
Hadiah? Tunggu bila saya shopping beli barang banyak-banyak, saya bagi kat ramai-ramai orang sekaligus.hehe.
Mungkin sebulan kemudian, atau mungkin setahun juga! Maaf lagi!
Saya masih ingat tatkala saya dijemput makan-makan oleh seorang kawan rapat ke chaletnya. Sedang-sedang makan saya bertanya, apa mood emaknya sampai mengirim makanan pada hari itu.
Adeh, malu sungguh, dia sedang meraikan hari lahirnya!
KANAK-KANAK LAIN CERITA
Walaubagaimanapun, pandangan saya berbeza dengan sambutan untuk kanak-kanak, saya sangat suka dan lebih excited.
Melihatkan dunia kanak-kanak di TV yang pada saya sangat tidak membantu perkembangan minda mereka, saya lebih setuju hari-hari mereka dihiasi alternatif hiburan yang real sebegini dalam mereka menginjak dewasa.
Setidaknya mereka belajar menghargai orang lain, budaya memberi dan menerima, di samping terdedah kepada cara bergaul dan melihat realiti ragam manusia.
Lagi pula, mereka belum punya banyak perkara untuk difikirkan.
Lainlah kita yang sudah tua ini, oh, alwajibat aktharu minal auqaat! Tanggungjawab lebih banyak dari masa yang ada!
Bila usia meningkat, kubur pun makin dekat..~
TIDAK ROMANTIS
Ada yang mendakwa, orang seperti saya yang tak semangat bab birthday ini tidak romantis.
Iyakah?
Aha, perkara ini tidak sesuai untuk dihurai di blog ya!
Btw, untuk apa saya romantis dengan korang? hak3
SELAMAT HARI LAHIR

oops..!
Ya, selamat Novaadila.
Semoga selamat dunia akhirat. Ameen.
Selamat juga untuk kalian yang menyambut esok, lusa, tulat, minggu depan, bulan depan, tahun depan, atau bila-bila sajalah ya!
Siapa Kata Kita Tidak Boleh
20 Februari, 2009
Saya suka berkongsi apa yang saya suka.
Saya sangat kagum dengan syarikat ini.
Perjuangan mereka. Carilah cerita tentang mereka.
Mereka bukan syarikat biasa.
Belum mahu ulas panjang-panjang, dek baru menjadi ahli.
Sungguh lambat saya mengenali syarikat ini.
Tapi setakat ini semua saya puas hati…alhamdulillah!
Tahniah buat mereka.
Tahniah.
kan?
14 Februari, 2009
Gurindam jiwa tak bermakna lara.
Andai melimpah yang mencuit bahagia
mengapa yang sejemput dibawa gila.
Hanya saya yang asyik melupa.
Allah tak pernah pun lupakan saya.
Kan Allah, kan?
Anda suka Komik ?
30 Januari, 2009

Ini kiriman daripada seorang kawan sesekolah (penulis skrip) dah lebih setahun lepas kot.
Baru nak upload sekarang..~
Jemput baca..!
p/s: Ini kisah benar ya..cuma di bahagian ending saja ada sedikit penambahan.
Tiada slot menghadiahkan Quran terjemahan di alam realiti.
(berdasarkan penceritaan penulis skrip kepada saya)














Saya pernah sekelas dengan penulis skrip ini.
Tak tahu pula sebegini sekali kisah beliau.huhu.
Apapun, Alhamdulillah untuk semuanya.
Kita pula, bila lagi nak berubah?
8)




